Showing posts with label Shadow. Show all posts
Showing posts with label Shadow. Show all posts

Thursday, August 1, 2013

High noon haiku

high noon--
growing the shadows
of dead trees

Thursday, January 17, 2013

Twisting the hands of Socrates, four tanka

Sometimes, I challenge my self just to get new poetic ideas. And this afternoon, I thought randomly about popular quotes of great people and I suddenly fell into Socrates. I am not really into philosophy but reading his quotes has sparked the ideas I desired. Most quotes transformed into these works are here http://www.brainyquote.com/quotes/authors/s/socrates.html

1/
life unexamined
is not worth living
as always
you don't let me
leave our treehouse

2/
will you marry me?
it's been years after I do
i find it
too hard to convince you
that poetry suits me fine

3/
leaving
this tall building
at noon...
only to see the clouds
letting my shadow darken

4/
picking the gray
out of my hair
curiously
she asks me how
to trim hate and desire

Monday, July 30, 2012

Bila, berujar kau. Dua tanka

Sebagai pemula dan murid haiku yang lambat, saya tidak terlatih menulis dalam bahasa Indonesia. Bukannya tidak mencintai bahasa nasional, saya mulai belajar dengan menulis dalam bahasa Inggris karena hanya bahasa itu yang bisa menjembatani saya dengan para guru saya. Tidak di Indonesia, mereka tinggal di berbagai titik di bola bumi ini. 

Kalaupun ada naskah berbahasa Indonesia, lazimnya itu adalah versi kedua atau terjemahan saya dari naskah aslinya. Beberapa teman secara halus mengkritik saya karena kebiasaan itu. Jengah dan malu juga tiap kali saya mendapat "teguran" semacam itu. Maka, tidak cuma satu dua kali saya mencoba menulis dalam bahasa Indonesia. 

Naskah berikut ini beberapa dari sedikit tanka yang aslinya saya tulis dalam bahasa Indonesia.

::

1/
bila, berujar kau
ombak berhenti datang
menyambangi pesisir
diam-diam bayangan kita
lebih dulu mencapai laut



if only those waves
stop reaching the shore
your voice indistinct
our shadows unnoticed
race towards the sea

2/
sepagi ini
ia sudah memanggilmu
kicau prenjak
dingin yang sibakkan tirai
datang atau pergikah?



still too early
the morning call
o little birds
our curtain waves to
the ebb and flow of air

Saturday, June 30, 2012

City dusk haiku

city dusk
shadows
overlapping


Published in A Hundred Gourds, 1:3, Summer 2012

Saturday, May 5, 2012

One by one tanka

one by one
the trees let the leaves go
in evening wind
the words we created
walk past our shadows

Friday, February 3, 2012

Wooden bench haiku

wooden bench
someone has left the shadow
of tall trees

Monday, December 5, 2011

Moonless night haiku

moonless night
even my shadow refuses
to walk with me

Thursday, August 11, 2011

Obituary for the koi


Saya kerap menghabiskan waktu bersama Saleh Abdullah dengan memancing di kolam kecil di halaman belakang kantor. Di kolam yang kami bangun 4 tahun silam itu, hidup berbagai jenis ikan; bawal, tawes, nila, gurameh, cethul, patin, gabus dan lele. Kemarin sore, seekor koi menyambar umpan di ujung kail saya.

"Itu ikan pertama yang ditebar dikolam ini," kata Saleh. Ia menyebut ikan itu Sang Pembuka Jalan. Tentu, ia tak bermaksud memparodikan Tirtoadisuryo yang diceritakan dalam novel Pramoedya Ananta Toer, Sang Pemula. Ikan itu dimasukkan ke kolam untuk menguji apakah air sudah cukup sehat karena sebagian dindingnya terbuat dari semen, yang sering membuat air beracun bagi ikan. Dengan alasan itu, Saleh meminta saya melepaskan ikan koi itu kembali ke kolam.

Dua haiku terlampir lahir dari hubungan antara saya dan ikan koi itu. Haiku pertama saya tulis semalam dan sudah saya unggah lebih dulu di blog ini dan grup Damselflys's Lament di Facebook. Di bawah posting di grup itu, pada ruang komentar, Saleh menulis; "Pagi ini, di salah satu sudut kolam, koi itu mengambang: mati...."

Sore ini, saya menengok kolam tempat kami memancing kemarin. Benar juga, ikan koi itu --satu-satunya di kolam kami-- mengambang mati. Lalu lahir haiku kedua;


1/
sunny pond
the only koi moves
into my shadow

terik di kolam
satu-satunya koi
menuju bayanganku

2/
by the pond
his writing about the koi
an obit of three lines

di tepi kolam
catatannya untuk si koi
obituari tiga baris

Setelah ini, saya tidak tahu bagaimana mendapatkan ide menulis haiku dari seekor ikan koi.

Sunny pond haiku

sunny pond
the only koi moves
into my shadow

terik di kolam
satu-satunya koi
menuju bayanganku

Saturday, April 9, 2011

Bridge the river haiku

sunny afternoon
shadow of a palm tree
bridges the river

petang yang terang
bayangan batang palma
melintas sungai

Jumping goat haiku

roadside trench
a goat jumps into
it's own shadow

got tepi jalan
anak domba melompat
ke bayangannya

Saturday, January 29, 2011

Roadside dance haiku

it takes two
a bare tree leads its shadow
to roadside dance

tak bisa sendirian
berdansa dengan bayangannya
pohon meranggas tepi jalan


Note:
First appeared in Haiku Pix Review #1, 2011, Poland, USA and Taiwan
The published version was originally written in english and banyumasan tongue javanese.

Wednesday, October 27, 2010

Hiding shadows haiku

eagles flew away
their shadows hide
under the dust

elang menjauh
bayangan mereka sembunyi
di bawah debu

Saturday, July 17, 2010

A crow returns haiku

a crow returns
to it's own shadow
saturday evening

gagak pulang
ke bayangannya sendiri--
sabtu sore

Tuesday, April 27, 2010

Drifting apple-a haibun

He, some said, is an-almost-perfect resemblance of me in smaller size. And it's been almost 9 years I watch over him, be his company and friend, and a mentor anytime he needs me to be. We have so many in common, but he's not a bamboo shoot that grows fast without leaving the cluster. He never walks in my shadow.

old trunk
an apple falls
and drifts along the stream


Banyak orang bilang, dia kembaranku yang nyaris sempurna, dalam ukuran yang lebih kecil. Dan hampir 9 tahun sudah aku menjaga, menjadi pendamping dan teman di perjalanan, dan pembimbing kapanpun ia inginkan. Kami memang mirip satu sama lain, tapi dia bukan rebung yang tumbuh cepat tanpa meninggalkan rumpunnya. Dia tak pernah berlindung di bayanganku.

batang tua
sebiji apel jatuh
dan mengembara bersama arus

Friday, March 5, 2010

Gray hair tanka

in the shadow of
bamboo trunks, mushroom
grows unnoticed
gray hair
on my head

di bayangan
rumpun bambu, jamur liar
diam-diam tumbuh
di kepalaku
uban



Pakembinangun, March 5, 2010

Thursday, January 28, 2010

Shadow of trees tanka

in the shadow of trees
i dodge the sunlight
the star
you picked me last night
winks

Wedomartani, January 28, 2010

Friday, December 18, 2009

Nightfall tanka

stand in the open
watching my shadow
darkens and fades
chases the image of you
after the nightfall

Singgasana Hotel, December 18, 2009

Glimpse of your smile tanka

memorizing you
i catch a glimpse of your smile
but your shadow
twice as dark
in my daydreams


Aleta coffee shop,December 18,2009