1/
harvest moon
what did you plant
in fukushima?
bulan kesorean
apa yang dulu kau tanam
di fukushima?
2/
southerly wind
her back bends with
the bamboo grove
angin selatan
ia membungkuk searah
gerumbul bambu
3/
full moon
goes down the cascade in bits
fishes wide awake
bulan penuh
kepingannya meniti pancuran
ikan-ikan tak tidur
Showing posts with label Fish. Show all posts
Showing posts with label Fish. Show all posts
Thursday, March 24, 2011
Monday, January 3, 2011
Smoked tuna senryu
market bargain
smoked fish seller insists
it was tuna
di riuh pasar
tukang ikan asap bersikeras
tadinya ini tuna
smoked fish seller insists
it was tuna
di riuh pasar
tukang ikan asap bersikeras
tadinya ini tuna
Fish market cat tanka
fish market cat
between rioting smells
and rushing people
it's me, the hunter
or a lucky prey?
kucing pasar ikan
di antara semua bau itu
dan orang-orang tergesa
aku menjadi pemburu, ataukah
mangsa yang beruntung?
between rioting smells
and rushing people
it's me, the hunter
or a lucky prey?
kucing pasar ikan
di antara semua bau itu
dan orang-orang tergesa
aku menjadi pemburu, ataukah
mangsa yang beruntung?
Thursday, May 13, 2010
Fishless pond haiku
morning drizzle
new pond in the frontyard
fishless
pagi gerimis
kolam baru di halaman
tanpa ikan
new pond in the frontyard
fishless
pagi gerimis
kolam baru di halaman
tanpa ikan
Wednesday, April 28, 2010
I got a bite!-a haibun
Sunday is the day i like most these days. And today is the day. My boy in rubber boots leads me to a spring under a cluster of trees. His fishing rod, much taller than him, leaning on his shoulder, with the thin end pointing straight at my face. "I won't fail this time," he says, keeps on staggering along muddy causeway.
repeated pattern--
my footprints
next to his
It takes no time to get there before we throw the bait, an earthworm at the hook. "I'll catch the big ones," he says. Keeping his eyes down, breathing slowly, sensing any movement underwater with patience and eagerness, he pulls the line and something is struggling for a loose at the other end of the fishing line. I know, he's not happy with it but still there's a smile on his face. "Was your catch this small when you're at my age?"
Akhir-akhir ini aku sangat menyukai hari Minggu. Dan hari ini, anak lelakiku, dengan sepatu bot dari karet, berjalan di depanku menuju mata air di bawah pepohonan yang rimbun. Joran pancingnya, lebih tinggi daripada badannya sendiri, merunduk di atas pundaknya. Ujungnya menuding tepat ke wajahku. "Hari ini aku tidak boleh gagal," katanya sambil berjalan, sesekali terhuyung nyaris tergelincir, di pematang yang licin.
pola yang berulang--
jejak kami
beriringan
Tak perlu waktu lama untuk mencapai mata air sebelum kami melempar kail dengan umpan cacing di ujungnya. "Mudah-mudahan dapat yang besar," ia menggumam. Matanya tertuju ke air, nafasnya lambat, syaraf di telapak tangannya mengindera setiap gerak di bawah air. Sesuatu tampak meronta di ujung senar pancing saat ia mengangkat jorannya. Aku tahu, ia tidak begitu puas melihat hasil pancingannya, tapi senyum tetap saja mengembang di wajahnya. "Waktu ayah seumurku, dapatnya juga sekecil ini?"
repeated pattern--
my footprints
next to his
It takes no time to get there before we throw the bait, an earthworm at the hook. "I'll catch the big ones," he says. Keeping his eyes down, breathing slowly, sensing any movement underwater with patience and eagerness, he pulls the line and something is struggling for a loose at the other end of the fishing line. I know, he's not happy with it but still there's a smile on his face. "Was your catch this small when you're at my age?"
Akhir-akhir ini aku sangat menyukai hari Minggu. Dan hari ini, anak lelakiku, dengan sepatu bot dari karet, berjalan di depanku menuju mata air di bawah pepohonan yang rimbun. Joran pancingnya, lebih tinggi daripada badannya sendiri, merunduk di atas pundaknya. Ujungnya menuding tepat ke wajahku. "Hari ini aku tidak boleh gagal," katanya sambil berjalan, sesekali terhuyung nyaris tergelincir, di pematang yang licin.
pola yang berulang--
jejak kami
beriringan
Tak perlu waktu lama untuk mencapai mata air sebelum kami melempar kail dengan umpan cacing di ujungnya. "Mudah-mudahan dapat yang besar," ia menggumam. Matanya tertuju ke air, nafasnya lambat, syaraf di telapak tangannya mengindera setiap gerak di bawah air. Sesuatu tampak meronta di ujung senar pancing saat ia mengangkat jorannya. Aku tahu, ia tidak begitu puas melihat hasil pancingannya, tapi senyum tetap saja mengembang di wajahnya. "Waktu ayah seumurku, dapatnya juga sekecil ini?"
Subscribe to:
Posts (Atom)
